
Pacitan, 26 September 2026 Program Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi) SMK Negeri 3 Pacitan** kembali menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan dunia industri melalui kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pengolahan Tahu Tuna. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, 21–26 September 2026, menghadirkan guru tamu sekaligus praktisi usaha pengolahan hasil perikanan, Ibu Surtini, owner Srikandi Cees.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi siswa APHPi untuk tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik secara langsung dari pelaku usaha yang telah menjalankan bisnis pengolahan tahu tuna.
Belajar Langsung dari Pelaku Usaha
Pelatihan diawali dengan seremoni pembukaan. Acara dipandu oleh Ibu Astuti, wali kelas X APHPi, dan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Abdul Kholik. Kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Bapak Nardi Narhudi.










Dalam sambutannya, kegiatan pelatihan diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan dan keterampilan kepada siswa sekaligus membuka wawasan mereka mengenai peluang usaha di bidang pengolahan hasil perikanan.
Selama enam hari pelatihan, seluruh guru produktif APHPi turut aktif mendampingi kegiatan. Tim guru produktif yang terlibat antara lain Bapak Wisnu Widi Nugroho selaku Ketua Program Keahlian APHPi, Bapak Ari Iriyanto, dan Ibu Retty Dwi Astuti.
Kehadiran praktisi industri memberikan suasana belajar yang berbeda. Siswa dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah produk olahan hasil perikanan dipersiapkan, diproduksi, dikemas, hingga memiliki nilai jual di pasaran.
Dari Memilih Bahan hingga Siap Dipasarkan
Dalam kegiatan praktik, siswa mendapatkan pembelajaran secara bertahap mulai dari pemilihan bahan baku hingga pemasaran produk.
Siswa diajarkan bagaimana memilih tahu yang memiliki kualitas baik sebagai bahan dasar. Tidak hanya tahu, kualitas ikan tuna sebagai bahan utama isian juga menjadi perhatian penting. Siswa belajar mengenali karakteristik bahan baku yang baik agar menghasilkan produk dengan kualitas, rasa, tekstur, dan daya simpan yang optimal.
Setelah bahan baku dipersiapkan, siswa mempraktikkan proses pengolahan, mulai dari menggoreng tahu, membuat adonan tuna sebagai isian, memasukkan adonan ke dalam tahu, hingga proses pengolahan akhir.
Menariknya, proses pembelajaran tidak berhenti pada kegiatan produksi. Siswa juga mendapatkan wawasan mengenai pengemasan dan pemasaran produk, sehingga mereka memahami bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk yang enak, tetapi juga bagaimana produk tersebut dikemas dan ditawarkan kepada konsumen.
Dengan demikian, siswa mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai proses bisnis pengolahan hasil perikanan, mulai dari bahan baku, proses produksi, kualitas produk, pengemasan, hingga pemasaran.
Membuka Wawasan dan Menumbuhkan Jiwa Wirausaha
Pelatihan ini tidak sekadar bertujuan meningkatkan keterampilan teknis siswa. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan motivasi dan keberanian siswa untuk menjadi wirausahawan muda.
Pacitan sebagai daerah pesisir memiliki potensi sumber daya perikanan yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah. Melalui pembelajaran seperti ini, siswa diharapkan mampu melihat bahwa ikan tidak hanya dapat dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Pengalaman belajar langsung bersama pelaku usaha juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami bahwa membangun sebuah usaha membutuhkan keterampilan, ketekunan, kreativitas, konsistensi menjaga kualitas, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar.



Antusiasme Siswa Mengikuti Pelatihan
Kegiatan yang berlangsung selama enam hari tersebut mendapat respons positif dari para siswa. Mereka tampak antusias mengikuti setiap tahapan praktik dan aktif berinteraksi dengan Ibu Surtini sebagai praktisi sekaligus pemilik usaha Srikandi Cees.
Salah satu siswa, Izza, mengungkapkan kegembiraannya karena mendapatkan kesempatan belajar secara langsung dari pemilik usaha.
“Senang sekali diberi pelatihan langsung oleh pemilik usaha, dan bisa praktik dengan resep seperti yang dibuat oleh perusahaannya.”
Sementara itu, Nando mengaku mendapatkan pengalaman yang sangat berharga karena praktisi bersedia berbagi pengetahuan dan resep yang selama ini menjadi bagian penting dalam usaha.
“Bu Surtini baik sekali mau berbagi resep, padahal biasanya itu rahasia perusahaan.”
Testimoni tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis praktik dan keterlibatan langsung dengan dunia usaha mampu memberikan pengalaman yang lebih nyata dan berkesan bagi siswa.
Menyiapkan Lulusan yang Kompeten dan Berjiwa Wirausaha
Melalui kegiatan pelatihan peningkatan kompetensi ini, Program Keahlian APHPi SMKN 3 Pacitan terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha.
Keterlibatan praktisi industri menjadi salah satu bentuk nyata upaya sekolah untuk mendekatkan siswa dengan budaya kerja, standar produk, keterampilan teknis, serta peluang kewirausahaan di bidang pengolahan hasil perikanan.
Diharapkan pengalaman selama pelatihan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk semakin percaya diri dalam mengembangkan kompetensinya, baik untuk melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun membangun usaha sendiri setelah lulus.
Enam hari belajar bersama praktisi bukan hanya menghasilkan keterampilan membuat tahu tuna, tetapi juga menanamkan satu pesan penting kepada siswa: bahwa potensi hasil perikanan di sekitar kita dapat diubah menjadi produk bernilai ekonomi melalui keterampilan, kreativitas, dan semangat berwirausaha.
Penulis : Wisnu W.
Website Resmi SMK Negeri 3 Pacitan Informasi SMK Negeri 3 Pacitan Jl. Letjend. Suprapto No. 47 Pacitan – Jawa Timur
