Festival Film Horor “Resonansi Frekuensi Keempat” Masuk 15 Karya Terbaik Festival Film Horor Regional Jawa Timur 2026

Pacitan – Siswa dan siswi SMK Negeri 3 Pacitan kembali menunjukkan kreativitas dan semangat berkarya di bidang perfilman. Melalui tim DVS (Dokumentasi Visual Smartapa) SMKN 3 Pacitan, para siswa berhasil memproduksi sebuah film horor berjudul “Resonansi Frekuensi Keempat” yang berhasil masuk dalam 15 karya terbaik kategori Pelajar Regional Jawa Timur pada Festival Film Horor yang diselenggarakan oleh Ruang Film Pacitan dari total film sekitar 290 film.

Festival ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan bercerita, serta keterampilan teknis dalam produksi film. Keikutsertaan SMKN 3 Pacitan dalam ajang tersebut merupakan pengalaman berharga, terutama bagi tim DVS yang untuk pertama kalinya terlibat secara langsung dalam proses pembuatan film dengan genre horor.

Berawal dari Pengembangan Ide dan Naskah Film

Proses pembuatan film “Resonansi Frekuensi Keempat” dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari praproduksi, produksi, hingga pascaproduksi (post-production). Sebelum memasuki tahap praproduksi, tim terlebih dahulu menyiapkan dan mendiskusikan beberapa naskah serta skenario film dengan berbagai pilihan judul.

Setelah melalui proses diskusi bersama, tim akhirnya sepakat memilih judul “Resonansi Frekuensi Keempat” dengan mengusung genre horor dan tema indigo. Film ini menggabungkan unsur horor dengan aktivitas bermain musik yang menghasilkan frekuensi resonansi, yang dalam alur cerita dikisahkan memicu kambuhnya kondisi indigo pada tokoh bernama Moham.

Konsep tersebut menjadi tantangan sekaligus daya tarik tersendiri bagi tim dalam mengembangkan cerita, membangun suasana mencekam, dan menerjemahkan ide menjadi sebuah karya audiovisual.

Melibatkan Siswa dalam Proses Casting dan Produksi

Tahap produksi diawali dengan proses casting atau pemilihan pemeran yang diikuti oleh 18 siswa dan siswi SMKN 3 Pacitan. Dari proses tersebut, sebanyak 10 orang terlibat sebagai pemain film, terdiri atas pemeran utama dan figuran.

Sementara itu, proses produksi film ditangani oleh tim DVS SMKN 3 Pacitan yang melibatkan 15 siswa dari berbagai jurusan. Seluruh anggota tim turut mengambil peran sesuai dengan tugas masing-masing untuk mendukung kelancaran proses pengambilan gambar.

Beberapa tugas yang dijalankan oleh tim meliputi kamerawan (cameraman), perekam suara (sound recorder), pembawa clapper, tim artistik yang bertugas mengatur pencahayaan dengan pemantul cahaya, serta bagian perlengkapan yang menyiapkan berbagai kebutuhan teknis selama proses pengambilan gambar.

Lokasi pengambilan gambar film ini berada di area SMKN 3 Pacitan. Proses shooting berlangsung selama empat hari dengan melibatkan kerja sama, koordinasi, dan kreativitas seluruh anggota tim, baik pemain maupun kru produksi.

Bagi tim DVS, proses ini menjadi pengalaman yang luar biasa karena merupakan kesempatan pertama mereka memproduksi film secara langsung, terlebih dengan genre horor yang membutuhkan pengolahan suasana, pencahayaan, tata suara, serta pengambilan gambar yang tepat untuk membangun ketegangan.

Berhasil Masuk 15 Karya Terbaik Regional Jawa Timur

Setelah proses produksi dan pascaproduksi selesai, tim mengumpulkan karya film beserta seluruh persyaratan yang ditentukan oleh penyelenggara. Selanjutnya, karya tersebut menjalani proses validasi dan kurasi oleh panitia festival.

Hasilnya menjadi kabar membanggakan bagi keluarga besar SMKN 3 Pacitan. Film “Resonansi Frekuensi Keempat” berhasil masuk dalam 15 karya terbaik kategori Pelajar Regional Jawa Timur tahun 2026. Pencapaian ini mengantarkan film tersebut menjadi salah satu karya nominasi yang berhak mengikuti proses screening atau pemutaran film dalam rangkaian Festival Film Horor pada tanggal 14–17 Oktober 2026.

Keberhasilan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja keras para siswa dalam menuangkan gagasan, mengembangkan cerita, dan menyelesaikan produksi film secara bersama-sama.

Mendapatkan Pengalaman dan Wawasan dari Praktisi Perfilman

Dalam rangkaian kegiatan festival, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan edukatif dan memperoleh berbagai masukan mengenai dunia perfilman. Festival ini menghadirkan aktor nasional Mas Dennis, penulis naskah film Mas Arya, aktivis sekaligus YouTuber Mas Rizal TJL 5, serta aktris yang dikenal melalui film Tilik.

Kehadiran para praktisi tersebut memberikan wawasan dan inspirasi bagi para peserta, khususnya mengenai proses kreatif, penulisan naskah, pengembangan karakter, dan teknik pembuatan film. Pengalaman ini menjadi kesempatan berharga bagi siswa SMKN 3 Pacitan untuk belajar lebih dekat dengan dunia perfilman serta memahami tantangan dalam menghasilkan karya audiovisual yang berkualitas.

Meskipun film “Resonansi Frekuensi Keempat” belum berhasil meraih posisi tiga besar terbaik, pencapaian masuk 15 karya terbaik regional Jawa Timur tetap menjadi kebanggaan tersendiri. Bagi tim DVS, pengalaman ini bukan sekadar tentang hasil akhir kompetisi, melainkan juga tentang proses belajar, kerja sama, keberanian mencoba, dan kemampuan menyelesaikan sebuah karya dari awal hingga akhir.

Apresiasi untuk Sekolah dan Seluruh Tim

Tim produksi menyampaikan terima kasih kepada pihak SMKN 3 Pacitan, khususnya kepada Kepala SMKN 3 Pacitan, Bapak Aris Sunarni, S.Pd., M.M., atas dukungan dan kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk mengikuti lomba film tersebut.

Dukungan sekolah menjadi salah satu faktor penting yang mendorong siswa untuk terus mengembangkan potensi, kreativitas, dan keterampilan di bidang dokumentasi visual serta perfilman.

Melalui pengalaman ini, tim DVS SMKN 3 Pacitan berharap dapat terus belajar, meningkatkan kemampuan teknis dan artistik, serta menghasilkan karya-karya film yang lebih baik pada kesempatan berikutnya. Keikutsertaan dalam Festival Film Horor 2026 menjadi langkah awal yang berarti bagi para siswa untuk semakin berani berkarya dan berprestasi di bidang industri kreatif.

Dari ide sederhana, kerja sama tim, hingga layar festival, “Resonansi Frekuensi Keempat” menjadi bukti bahwa siswa SMKN 3 Pacitan mampu belajar, berkreasi, dan menghasilkan karya yang mendapat pengakuan di tingkat regional.

Penulis: Ernes M. Setiawan – XI TAV 2

SMKN 3 Pacitan – Kreatif, Kompeten, dan Berprestasi!

 

Check Also

Layanan Dukungan Sumbangan Sukarela Masyarakat untuk Kegiatan Kesiswaan dan Ekstrakurikuler Siswa

Pacitan – Komite Sekolah SMKN 3 Pacitan berperan dalam menjembatani partisipasi masyarakat untuk mendukung peningkatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan bahwa Anda manusia: 7   +   6   =