Selama 3 (tiga) hari Rabu – Jum’at (20 – 22 Juli 2022) Program Keahlian Desain Produk Busana melaksanakan “Pelatihan Batik Tulis Klethikan Pacitan 2022” yang dilaksanakan di halaman Parkir SMKN 3 Pacitan. Adapun tujuan utama dalam kegiatan ini adalah :
- Menambah pengetahuan dan wawasan tentang cara membuat batik tulis sebagai salah satu budaya lokal yang harus selalu dilestarikan dan dieksploitasi keindahannya
- Menciptakan motif batik tulis baru, yaitu motif klethikan / jajanan kas kabupaten Pacitan.
Peserta kegiatan ini adalah siswa-siswi Tata Busana SMKN 3 Pacitan, dan juga Bapak / Ibu Guru dan Ketenaga Pendidikan yang berkenan ikut.
Dalam pelatihan ini SMKN 3 Pacitan mendatangkan Bapak MARYOTO pemilik usaha Nurma Batik di Tirtomoyo. Kepiawaiannya membatik tidak diragukan lagi, sudah banyak ide-ide kreatif dari sosok yang tinggal di Kabupaten Wonogiri ini. Maka tidaklah salah, ketika SMKN 3 Pacitan, menunjuk beliau untuk mengajarkan ketrampilannya kepada siswa-siswi di SMKN 3 Pacitan. Untuk menghasilkan batik yang bagus, maka ada beberapa langkah yang dilakukan dalam proses pelatihan batik ini adalah sebagai berikut :
- Nyungging. Merupakan tahap pembuatan pola di atas kertas.
- Njaplak. Proses pemindahan pola dari kertas ke kain.
- Nglowong. Tahap melekatkan lilin dengan menyesuaikannya pada pola yang telah dibuat.
- Ngiseni. Proses memberikan ornamen-ornamen seperti gambar bunga, tumbuhan, atau hewan.
- Nyolet. Merupakan proses mewarnai dengan kuas.
- Mopok. Menutup bagian yang telah diwarnai dengan malam atau lilin.
- Nembok. Tahap untuk menutup bagian latar belakang pola yang tidak diwarnai.
- Ngelir. Proses pewarnaan kain dengan merendamnya pada pewarna alami atau kimia secara menyeluruh.
- Nglorod. Perendaman kain ke dalam air mendidih untuk meluruhkan malam.
- Ngrentesi. Merupakan proses memberikan titik pada klowongan menggunakan canting dengan jarum tipis.
- Nyumri. Penutupan bagian tertentu dengan malam.
- Nglorod. Merupakan tahap terakhir, tahap meluruhkan dan melarutkan malam pada kain. Dilakukan dengan memasukkan kain pada air mendidih. (sumber : d-laundry)
Semua ini wajib dipahami dan dapat dilakukan oleh siswa-siswi khususnya untuk Program Keahlian Desain Produk Busana.
Dan suatu kebanggaan, dalam kegiatan ini dihadiri oleh Ibu INDIYAH NURHAYATI, M.Pd Kepala Cabang Dinas Pendidikan Prop. Jawa Timur wilayah Kabupaten Pacitan, Beliau juga sempat mencoba menorehkan warna batik pada kain yang telah disediakan. Di sela-sela kegiatan tersebut, Beliau berpesan agar sekolah terus berinovasi dan aktif dalam meningkatkan kompetensi serta kreatifitas siswa.
Hasil pelatihan ini selanjutnya akan dikembangkan untuk lebih baik dan didorong agar dapat menjadi motif batik yang merupakan branding SMKN 3 Pacitan. Semoga apa yang telah dilakukan ini bermanfaat bagi semua, untuk siswa dan sekolah tentunya.
Selamat berkarya dan berkreasi !!!
#writer_Desain Produk Busana Teams