PELATIHAN JURNALISTIK PENDIDIK MELUKIS PESONA GERAKAN LITERASI SEKOLAH

Rabu 23 Februari 2023, gedung Karya Darma Kabupaten Pacitan dipenuhi para pendidik, untuk memenuhi undangan panitia pelatihan  jurnalistik. Tampak semangat, antusias dan sumringah para pendidik mendatangi acara yang jarang-jarang diadakan ini. Bupati Pacitan Idrata Nur Bayu Aji berkomitmen serius meningkatkan angka literasi di era digital saat ini, pendidik harus bersikap cerdik dan adapatif. Beliau berpesan dengan meningkatnya angka literasi peluang yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mencapai mansyarakat yang sejahtera dan bahagia. Pelatihan jurnalistik yang dirangkaikan dengan peringan ulang tahun Pacitan yang ke 278 ini serasa memancing kerinduan para pendidik untuk kembali menulis, berliterasi dan menjadi guru yang  berjurnalistik. Jurnalistik berasal dari kata journal, artinya catatan harian mengenai kejadian sehari-hari. Jurnalistik adalah aktivitas mencari, mengolah, menulis dan menyebarluaskan informasi kepada publik. Guru yang setiap hari berkecimpung dengan siswa otomatis sebagai informan yang ajeg dan kontinyu. Terkadang tidak menyadari bahwa kegitan mengajar dalam KBM untuk menyampaikan informasi itu, juga sebagai kegiatan jurnalistik. Kegiatan KBM dapat digunakan sebagai modal data guru yang jurnalis. Manfaat jurnalistik bagi peserta didik adalah melatih kemampuan untuk menulis dan melakukan reportase dapat menyusun karya ilmiah, dapat memahami pelajaran lain, melatih peserta didik untuk tampil berani menyanpaikan opini dan argumennya.

Kacabdin Kabupaten Pacitan Indiyah Nurhayati, M.Pd. berharap  dengan digiatkan pelatihan jurnalis kepada para pendidik  akan berimbas kepada bermunculnya siswa-siswa yang bejiwa jurnalis pula. Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan guru menjadi jurnalis di sekolah yang nantinya akan menularkan kebiasaan jusrnalistiknya kepada siswa di sekolah masing-masing. Kacabdin menghimbau para pendidik untuk mendukung program Kemendikbudristek yakni GerakanLiterasi Sekolah. Setiap siswa hendaknya memiliki kemampuan menyimak, berbicara, membaca, menulis dan berhitung.

Suasana semakin semarak ketika Sutejo dosen pemateri sekaligus penggiat literasi penulis Jawa Pos, menyampaikan materi yang menarik dan enjoy. Suasana tersebut serasa menghilangkan kepenatan dari rutinitas pendidik yang setiap hari bertemu dengan siswa yang hiterogen dan unik. Angin segar motivasi dosen itu membawa nuansa giat literasi, ingin menulis menuangkan inspirasi yang berbudi pekerti.  Literasi menurut beliau merupakan mata kesadaran guru atau pendidik. Berlitarasi mampu mengantarkan siswa didik kita menjadi anak negeri yang berbudi, menebar pesona bangsa.

Sekarang saatnya memulai lagi menulis. Kesampingkan beban dan perasaan enggan menulis. Ibaratnya bayi belajar berjalan tentu tetap berusaha sampai bisa berjalan. Begitu juga orang yang lanyah naik sepeda ala bisa karene biasa. Kumpulkan kata-kata indahmu rangkailah literasimu  seperti merangkai bunga. Berobatlah dengan tulisanmu, terapilah dirimu dengan menulis, karena sesungguhnya menulis itu sebagai obat. Begitulah petuah dosen Sutejo.

 

#writer_Dra. Harti Atmisan

Check Also

Menyambut Bulan Ramadhan dengan TIRISAN ( Tiga Hari Pesantren Ramadhan ) Hari ke 2

Marhaban ya RamadhanHalo sobat Skaga 👋🏻kali ini, Kamis, 13 Maret 2025 merupakan hari kedua kegiatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *