Belajar Jadi Profesional: Siswa Jurusan Kuliner SMKN 3 Pacitan Taklukkan Table Manner, Roti, Bakpia, Hingga Malioboro

Yogyakarta – 17 Juni 2026. Bukan sekadar studi wisata biasa. Sebanyak 44 siswa-siswi Kelas XI Jurusan Kuliner SMKN 3 Pacitan membuktikan diri sebagai calon chef profesional lewat rangkaian kegiatan outing class di Yogyakarta, Senin–Selasa lalu. Didampingi langsung oleh Kepala Sekolah Aris Sunarno, S.Pd., M.M., guru produktif, dan tenaga kependidikan, mereka menaklukkan tiga tantangan besar: etika jamuan mewah, teknik bakery modern, hingga resep oleh-oleh legendaris.

  1. Ujian Pertama: Taklukkan Sendok Garpu di eL Hotel Yogyakarta
    Ballroom eL Hotel Yogyakarta pagi itu berubah jadi “kelas” paling mewah yang pernah dirasakan siswa SMKN 3 Pacitan. Di hadapan deretan piring, sendok, dan gelas yang tersusun rapi, raut tegang sekaligus antusias tak bisa disembunyikan

Dipandu Ibu Vita F & B service eL Hotel, siswa diajarkan langsung mulai dari cara duduk, penggunaan napkin, etika menyendok sup tanpa bunyi, hingga posisi alat makan yang benar setelah selesai.

Lebih dari sekadar aturan makan, Pak Aris menekankan bahwa table manner adalah bahasa respect universal. “Kalau kalian paham ini, tamu dari negara mana pun akan merasa dihargai,” tambahnya.

  1. Dari Meja Mewah ke Dapur Roti: Latihan Langsung di Rayya Bakery
    Usai praktik ujian etika, rombongan bergeser ke Rayya Bakery. Kalau di hotel mereka belajar jadi tamu, di sini mereka kembali jadi “penguasa dapur”.

Dengan semngat baker, siswa praktik langsung membuat roti mulai dari mixing, proofing, shaping, hingga baking. Mereka tak hanya belajar resep, tapi juga standar kebersihan dan kecepatan industri bakery modern.

“Teksturnya beda ya sama roti yang biasa kita buat di sekolah. Di sini diajarin sampai detail suhu oven dan teknik biar roti empuknya tahan lama,” kata Sari, salah satu siswi, sambil menunjukkan roti sobek buatannya yang mengembang sempurna.

  1. Bongkar Resep Legenda: Belajar Bakpia di Jogkem Pusat Oleh-Oleh
    Perjalanan berlanjut ke Jogkem, sentra oleh-oleh khas Jogja. Di sini, siswa bukan cuma belanja, tapi “masuk dapur” bakpia. Mereka melihat langsung proses pembuatan bakpia Jogkem dari awal: menguleni adonan kulit yang tipis, membulatkan isian kacang hijau, hingga proses pemanggangan di oven besar.

Kegiatan ini membuka wawasan siswa tentang potensi bisnis oleh-oleh khas daerah.

  1. Penutup Manis: Jelajah Malioboro
    Tak lengkap ke Jogja tanpa Malioboro. Sebagai penutup, rombongan diajak jalan-jalan menyusuri ikon kota ini. Sambil menikmati suasana sore, siswa belajar mengamati peluang usaha kuliner kaki lima, cara packaging makanan tradisional, hingga keramahan pedagang sebagai bagian dari “service”.

Kompeten di Dapur, Elegan di Meja Tamu
Kepala SMKN 3 Pacitan, Aris Sunarno,S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasinya. “Kegiatan ini wujud link and match. Kami ingin lulusan Kuliner SMKN 3 Pacitan itu lengkap: jago masak, paham standar industri, ngerti etika pelayanan, dan punya jiwa wirausaha. Dari table manner sampai Malioboro, semua adalah kelas bagi mereka.”

Dengan rangkaian kegiatan ini, siswa tak hanya membawa pulang roti dan bakpia buatan sendiri. Mereka membawa pulang pengalaman, kepercayaan diri, dan satu langkah lebih dekat untuk jadi generasi penerus bangsa di industri kuliner dan pariwisata Indonesia.

Penulis: Siti Nuhara

Check Also

Pembekalan PKL 2026 Untuk Seluruh Murid Kelas XI SMKN 3 PACITAN

Pembekalan PKL sangat penting untuk modal dasar siswa yang akan melaksanakan kegiatan PKL. Kegiatan ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *