SMKN 3 Pacitan Siapkan Generasi Tanggap Bencana melalui Sosialisasi SPAB Bersama BPBD

Pacitan, 12 Agustus 2026 SMK Negeri 3 Pacitan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah dalam menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya bencana gempa bumi.

Kegiatan sosialisasi menghadirkan tiga pemateri dari BPBD Kabupaten Pacitan, yaitu Moh. Arif Setiyadi, A.Md., Yagus Triarso, S.Ak., dan Reditha Ayu Rositadewi, S.Si. Ketiganya memberikan materi dan pemahaman kepada warga sekolah mengenai pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang aman, tanggap, dan siap menghadapi bencana.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi mengenai fasilitas sekolah yang aman, manajemen bencana di satuan pendidikan, serta pendidikan pencegahan dan pengurangan risiko bencana. Materi disampaikan secara interaktif dengan memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh warga sekolah sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana.

Salah satu poin penting yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah bahwa kesiapsiagaan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama, koordinasi, serta pemahaman yang baik mengenai prosedur keselamatan ketika terjadi bencana.

Sebagai bagian dari penguatan program Satuan Pendidikan Aman Bencana di SMKN 3 Pacitan, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pembentukan Tim Satgas Satuan Pendidikan Aman Bencana. Tim ini diharapkan menjadi bagian penting dalam membangun budaya kesiapsiagaan dan keselamatan di lingkungan sekolah.

Tim Satgas tersebut diketuai oleh Bapak Ali Masy’ud, S.Pd., MM. Dengan terbentuknya tim ini, SMKN 3 Pacitan diharapkan memiliki tim yang dapat mengoordinasikan berbagai upaya pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan, dan pemulihan apabila terjadi bencana di lingkungan sekolah.

Kegiatan sosialisasi kemudian ditutup dengan simulasi penanganan bencana gempa bumi. Dalam simulasi tersebut, warga sekolah diberikan pengalaman langsung mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi.

Peserta mempraktikkan langkah-langkah keselamatan, mulai dari melindungi diri ketika terjadi guncangan, tetap tenang, mengikuti arahan, hingga melakukan evakuasi menuju titik kumpul yang telah ditentukan.

Simulasi ini menjadi bagian penting karena memberikan pengalaman praktis kepada peserta, sehingga pengetahuan yang diperoleh selama sosialisasi tidak hanya bersifat teoritis, tetapi dapat diterapkan ketika menghadapi situasi darurat yang sebenarnya.

Salah satu peserta dari kelas XI TKR 2, Miftahursurur, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

“Menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat karena sebelumnya mungkin kita hanya tahu bahwa ketika gempa harus segera keluar. Setelah mengikuti sosialisasi dan simulasi, saya jadi lebih memahami apa yang harus dilakukan terlebih dahulu, bagaimana cara melakukan evakuasi, dan ke mana harus berkumpul agar tetap aman,” ungkap Miftahursurur.

Menurutnya, simulasi secara langsung membuat materi lebih mudah dipahami karena peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mempraktikkan langkah-langkah yang harus dilakukan.

Sementara itu, Januari Prastio, salah satu guru SMKN 3 Pacitan, menilai kegiatan SPAB sangat penting bagi sekolah. Menurutnya, kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini agar seluruh warga sekolah tidak panik ketika menghadapi situasi darurat.

“Kegiatan seperti ini sangat penting karena bencana dapat terjadi kapan saja. Dengan adanya sosialisasi dan simulasi, guru maupun siswa menjadi lebih memahami prosedur keselamatan dan evakuasi. Harapannya, pengetahuan ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi menjadi budaya kesiapsiagaan yang terus diterapkan di lingkungan sekolah,” tutur Januari Prastio, S.Pd.

Melalui kegiatan ini, SMKN 3 Pacitan berkomitmen untuk terus membangun lingkungan sekolah yang aman, tanggap, dan memiliki budaya sadar bencana. Diharapkan seluruh warga sekolah mampu memahami risiko bencana serta memiliki kesiapan untuk menyelamatkan diri dan membantu orang lain dalam kondisi darurat.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan keikutsertaan dalam kegiatan tersebut, SMKN 3 Pacitan juga menerima sertifikat apresiasi dari BPBD Kabupaten Pacitan. Sertifikat tersebut menjadi bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi sekolah untuk terus mengembangkan program Satuan Pendidikan Aman Bencana secara berkelanjutan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di SMKN 3 Pacitan. Dengan adanya Tim Satgas SPAB, edukasi kebencanaan, fasilitas yang aman, serta latihan evakuasi secara berkala, sekolah dapat menjadi lingkungan pendidikan yang tidak hanya nyaman untuk belajar, tetapi juga siap menghadapi berbagai risiko bencana.

Penulis: Nur Abdul Kholik Nugroho

Check Also

Semarak Hari Amal Bakti Rohis Kabupaten Pacitan, 38 Sekolah Bersatu dalam Aksi Bersih Pantai

Pacitan, 8 Agustus 2026 — Semangat kepedulian terhadap lingkungan dan kebersamaan pelajar SMA/SMK se-Kabupaten Pacitan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *